PRAKTIKUM 5 : BEKERJA DENGAN BASH SHELL

 POKOK BAHASAN :

  • History pada Bash Shell 
  • Membuat Bash Shell Script 

TUJUAN BELAJAR :

  • Memahami shell pada sistem operasi Linux. 
  • Menggunakan feature history pada Bash Shell. 
  • Mengubah feature history pada Bash Shell. 
  • Mengubah prompt shell. 
  • Melakukan konfigurasi Bash Shell untuk menjalankan skrip secara otomatis. 
  • Membuat dan mengeksekusi shell script sederhana melalui editor vi. 
  • Memahami job control. 
  • Memahami stack. 
  • Menggunakan alias.

DASAR TEORI :

1. SHELL

    Shell adalah Command executive, artinya program yang menunggu instruksi dari pemakai, memeriksa sintak dari instruksi yang diberikan, kemudian mengeksekusi perintah tersebut. Shell ditandai dengan prompt. Untuk pemakai menggunakan prompt $ dan untuk superuser menggunakan promp #.Beberapa macam shell :

  • /bin/sh : Bourne shell, dirancang oleh Steve Bourne dari AT&T 45
  • /bin/csh : Dikembangkan oleh UNIX Berkeley yang dikenal dengan C -Shell 
  • /bin/bash : Kompatibel dengan Bourne Shell dan juga mengadaptasi kemampuan Korn-Shell. 
Perbedaan mendasar antara Shell diatasi hampir tidak ada, kecuali pada fasilitas pemrograman dan editing.

2. PROFILE 

    Pada saat login, program akan menjalankan beberapa program yaitu : 

1. /etc/profile 

Berisi shell script yang berlaku untuk seluruh pengguna Linux. 

2. Profil untuk setiap pemakai

Pada home directory, login pertama kali akan memeriksa file.bash_profile. Bila tidak ada, maka file.bash_login akan dicari. Bila.bash_login tidak ada, maka dicari file bernama.profile. 

3. .bashrc 

File ini akan dieksekusi untuk perpindahan dari satu shell ke shell yang lain melalui instruksi su. 

4..bash_logout 

Pada saat logout, maka bash akan mencari file.bash_logout. Bila ada, file tersebut akan dieksekusi sebe lum logout 

Isi dari /etc/profile: 

# System wide environment and startup programs 
# Functions and aliases go in /etc/bashrc 
PATH= $PATH:/usr/X11R6/bin 
PS1= \W]\\$ 
umask 022 
USER= id un 
LOGNAME=$USER 
MAIL= /var/spool/mail/$user 
HOSTNAME= /bin/hostname 
HISTSIZE=1000 
HISTFILESIZE=1000 
Export PATH PS1 HOSTNAME HISTSIZE HISTFILESIZE USER LOGNAME MAIL 

PATH  

    merupakan daftar nama direktori. Bila sebuah instruksi diberikan dari prompt shell, maka instruksi tersebut akan dicari pada daftar tersebut. 

PS1

    adalah prompt dimana 
            \u = Nama User 
            \h = Nama Host 
            \W = Nama working direktory 

3. HISTORY 

    History diadaptasi dari C-Shell, yaitu catatan dari semua instruksi yang sejauh ini telah dilakukan. Catatan ini dapat dilihat sebagai history, kemudian dapat dipilih kembali, diedit dan dieksekusi. History memudahkan pemakai untuk mengedit kembali instruksi kompleks dan panjang, terutama bila terjadi kesalahan pada penulisan instruksi maupun parameter. 

    Navigasi pada daftar history menggunakan karakter kontrool sebagai berikut : 

  • ^P (Ctrl-P) melihat instruksi sebelumnya 
  • ^N (Ctrl-N) melihat instruksi berikutnya
  • !! eksekusi kembali instruksi sebelumnya
  • !!-3 3 instruksi sebelumnya akan diulang
  • !!88 ulangi instruksi no 88 

4. BASH-SCRIPT 

    Bash-script adalah file yang berisi koleksi program yang dapat dieksekusi. Untuk eksekusi bash script gunakan. sebelum file bash-script yang berarti eksekusi shell dan tanda./ berarti file bash-script berada pada direktori actual. 

5. JOB CONTROL 

    Job adalah sebuah eksekusi program yang diberikan kepada kernel. Sebuah Job dianggap selesai, bila eksekusi program tersebut berakhir. Eksekusi Job adalah sama dengan eksekusi program, baik proses Background maupun proses Foreground.

6. EDITOR vi 

    Vi adalah full screen editor, artinya editor tersebut dapat memanfaatkan fasilitas satu layar penuh. Vi mempunyai 2 buah modus, yaitu : 

  • Command line: Editor vi mengintepretasikan input sebagai instruksi untuk dieksekusi oleh editor, contoh seperti mencari teks, mengganti teks secara otomatis dan lainnya.

  • Editing: Editor vi mengintepretasikan input sebagai teks yang akan dimasukkan ke dalam buffer editor. Pada bagian bawah layar akan tampil teks INSERTING. 
    Pada awal vi dijalankan, maka program memasuki command mode. Dengan menekan tombol i maka akan memasuki editing. Untuk kembali ke command mode, tekan tombol Esc. Kunci-kunci teks editor vi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :



TUGAS PENDAHULUAN :

1. Apa yang dimaksud dengan shell dan sebuatkan shell yang ada di system operasi Linux. 

  • Shell adalah Command executive, artinya program yang menunggu intruksi dari pemakai, memeriksa sintak dari instruksi yang diberikan, kemudian mengeksekusi perintah tersebut

    • /bin/bash : Kompatibel dengan Bourne Shell dan juga mengadaptasi kemampuan Kom-Shell. 
    • /bin/sh : Bourno shell, dirancang oleh Steve Bourne dari AT&T
    • /bin/csh : Dikembangkan oleh UNIX Beerkeley yang dikenal dengan C –Shell

2. Apa yang dimaksud dengan profile pada Bash Shell. 

  • Profile pada bash shell merupakan profil untuk setiap pemakai pada home directory.

3. Apa yang Anda ketahui mengenai file.bashrc. 

  • File .bashrc adalah file yang akan dieksekusi untuk perpindahan dari satu shell ke shell yang lain melalui intruksi su.

4. Apa yang dimaksud dengan history pada Bash Shell. Apa kegunaan perintah history, sebutkan cara-cara untuk mengetahui history perintah-perintah yang pernah digunakan oleh user! 

  • History yaitu catatan dari semua intruksi yang sejauh ini telah dilakukan. History memudahkan pemakai untuk mengedit kembali instruksi kompleks dan panjang, terutama bila terjadi kesalahan pada penulisan instruksi maupun parameter.

    • ^P (Ctrl -P) melihat instruksi
    • ^N (Ctrl -N) melihat instruksi berikutnya
    • !! eksekusi kembali instruksi sebelumnya
    • !! -3 3 instruksi sebelumnya akan diulang
    • !!88 ulangi instruksi no 88

PERCOBAAN 1 : PROFILE

Analisa Percobaan 1 :

1. Gambar di atas merupakan cara untuk menampilkan direktori secara keseluruhan. Perintah ls –a menampilkan beberapa direktori. Disini saya tidak dapat menampilkan .bash_login karena tidak terdapat direktori tersebut dan saya menampilkan .bash_logout dan berikut adalah isinya.


2. Gambar di atas merupakan perintah untuk menampilkan .bash_logout. Perintah ini akan dieksekusi sesaat sebelum logout, berfungsi sebagai house clearing jobs, artinya membersihkan semuanya, misalnya menghapus temporary file atau job lainnya. Melihat file .bash_logout dengan instruksi $ cat .bash_logout.

PERCOBAAN 2 : MENGGUNAKAN FEATURE HISTORY BASH


Analisa Percobaan 2 :

1. Dengan menggunakan panah atas dapat melihat perintah sebelumnya yang telah di eksekusi


2. Perintah $ cd berfungsi untuk memastikan sedang berada pada direktori home. Perintah $ ls –l /etc berfungsi untuk menampilkan output file atau direktori secara lengkap yaitu terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group dan mode atau atrinbutnya. $whoami dan $ who berfungsi untuk mengetahui siapa saja yang sedang aktif.

3. $history untuk melihat perintah apa saja yang pernah dieksekusi selama program terminal dijalankan


4. !<nomor job> dapat mengeksekusi perintah dari nomor job yang digunakan. Disini saya menggunakan nomor job 701 yang pada nomor tersebut dijalankan fungsi whoami


5. Dapat mencari perintah dengan meyertakan perintah yang diinginkan. Misalnya !?etc? akan menjalankan perintah ls –l /etc yang sebelumnya digunakan

6. Dengan di check di $history dapat dilihat bahwa !?etc? tidak masuk ke dalam history melainkan ls –l /etc

7. Ditemukan error karena tidak ditemukan perintah wombat99 pada history

8. Jika diketikkan !who maka yang dijalankan adalah perintah who. Tetapi bila Anda ketikkan !whoa maka yang dijalankan adalah perintah whoami


9. Bisa menggantikan string pada perintah history, terutama pada perintah yang panjang. Misalnya ketik cat /bin/bash | strings | greph shell | less dan tekan Enter. Maka akan menampilkan semua string pada file /bin/bash yang berisi kata “shell”. Untuk keluar tekan q. Dan menggantikan dengan alias menggunaka ^shell^alias^

PERCOBAAN 3 : MENGUBAH FEATURE HISTORY BASH

Analisa Percobaan 3 :


1. $cd berfungsi untuk memastikan sedang berada pada direktori home.


2.  Menampilkan beberapa baris dari isi file .bash_history

3. Menampilkan history yang pernah dilakukan


4. Ketikkan perintah echo ‘Ini perintah saya’, maka akan muncul tulisan atau output Ini perintah saya

5. Logout dan login kembali sebagai user yang sama. Ketik history dan tekan Enter. Maka perintah echo ‘Ini Perintah saya’ akan berada pada baris terkahir. Lihat file .bash_history dengan mengetikkan perintah tail .bash_history, maka perintah tersebut akan terdapat pada file .bash_history. Namun disini saya tidak mendapatkan echo yg telah saya tulis.
 
 

6. $history | less menampilkan histroy tidak sekaligus melainkan sedikit sedikit karena menggunkan |less. Disini yang ditampilkan hanya 1-27

 

7. Untuk melihat berapa banyak perintah history yang ada pada file. Ketik wc –l .bash_history dan output yang keluar serupa yaitu 688 .bash_history.

8. Untuk melihat jangkauan (limit) perintah history digunakan variabel HISTSIZE. Untuk melihat jangkauan history ketik set|grep HISTIZE
 
 

9. Mengubah jangkauan ukuran history dengan nilai 5000

 


10. Dengan mengetikkan perintah yang sama secara terus menerus dalam waktu yang sama maka akan dihitung sebagai 1 nomor pada history


11.Dengan menambahkan variabel HISTCONTROL dan diberikan nilai ignoredups pada file .bashrc dengan mengetikkan perintah echo ‘HISTCONTROL=ignoredups’ >> .bashrc.

12. Dengan mengettik history pada layar terminal berkali kali setelah keluar dari layar terminal dan masuk lagi, perintah history tetap ada pada 1 nomor saja

PERCOBAAN 4 : MENGUBAH PROMPT SHELL

Analisa Percobaan 4 :

1. Untuk menunjukkan current directory atau current time. Ketik PS1=’\t:’ dan tekan Enter untuk menampilkan waktu sistem dalam format 24 jam sebagai prompt bash. Format dalam HH:MM:SS waktu pada OS Linux

2. Untuk menampilkan format 12 jam dengan indikator am dan pm ketik PS1=’\t:’ 

3. Karakter \w menampilkan hanya nama direktori. Jika current direktory adalah home directory, maka tampil prompt ~: dengan mengetikkan perintah $ PS1=’\w:’. Ini terbukti dengan ditambahkan perintah pwd yang menunjukka current directory ada di home. 

4. Memindahkan dari dir. Home ke usr/sbin 

5. Menunjukkan atau mengganti direktori ke sbin


6. Menampilkan hello dengan menggunakan echo di sbin


7. Melaksanakan perintah 2 PS2 , namun disini belum ada command tsb


8.  Menampilkan kalimat di sbin menggunakan echo

UNTUK NO.9 - 14

    Prompt BASH dapat ditampilkan berwarna dengan melakukan setting color setting string. Sebagai contoh, prompt BASH di seti dengan \w\$, akan menampikan current working directory yang diikuti $ (atau # jika anda login sebagai root). Disini kita dapat mengubah warna, teknis bashnya kedap-kedip membuat bash menjadi warna warni sesuai dengan angka yang kita tuliskan oada [x;warna m nya. 

PERCOBAAN 5 : MENAMBAHKAN OTOMASI KE PROMPT SHELL

Analisis Percobaan 5 :


1. Memastikan pada direktori awal


NO. 2-3

Membuat skrip menggunakan echo dan menjadikan skrip tersebut bersifat executable 


4. Program tidak dapat menampilkan program sort karena tidak ada direktori tersebut

NO. 5-6

Menambahkan kalimat tersebut di dir list, dan untuk menampilkannya menggunakan cat list 

7. Menambahkan kalimat tersebut di dir list, dan untuk menampilkannya menggunakan cat list.  File tersebut juga akan disortir menurut abjad


8. Program sorter diatas setiap shell Bash menampilkan prompt PS1. Untuk melakukannya, buatlah variabel PROMPT_COMMAND dimana nilainya adalah nama dari program sorter

PERCOBAAN 6 : MEMBUAT BASH SCRIPT DAN MENJALANKANNYA





Analisa Percobaan 6 :


1. Membuat file p1.sh menggunakan perintah vi p1.sh dan echo “program bash script”


2. Perintah ls -l p1.sh digunakan untuk menampilkan semua file p1.sh. Perintah chmod +x p1.sh digunakan untuk mengubah menjadi executable. Perintah ls –l p1.sh digunakan menampilkan file untuk meng cek kembali file, tanda tulisan berwarna ijo artinya telah diubah menjadi excutable.


3. Menapilkan program yang ada di p1.sh


4. Konvensi dalam pembuatan script shell dinyatakan sebagai #!/bin/bash. 


5. Konvensi dalam pembuatan script shell dinyatakan sebagai #!/bin/bash. Dan menambahkan program echo


6. Menjalankan beberapa program shell dalam satu baris instruksi yang dipisahkan dengan tanda ; dengan perintah cat p1.sh ; cat p2.sh dan ./p1.sh ; ./p2.sh

PERCOBAAN 7 : JOB CONTROL



Analisa Percobaan 7 :

1. Proses foreground dengan menggunakan perintah ps x , maka akan muncul output daftar file yang sedang dijalankan


2. Proses background dengan menggunakan perintah ps x > hasil & , maka akan muncul output jumlah semua proses yang sedang berjalan.


3. Melihat job yang sedang dilakukan.


4. Memuat file $ vi ploop.sh kemudian ketikkan while [true], do, sleep 10, echo “Hallo”, done.


5. Mencetak kata hallo tanpa berhenti dengan jarak tiap 10 detik

PERCOBAAN 8 : MANIPULASI STACK UNTU DIREKTORI


Analisa Percobaan 8 :

UNTUK NOMOR 1 - 3


$dirs untuk memanipulasi stack untuk Direktori. Instruksi dirs digunakan untuk melihat stack direktori, pada output hanya ditampilkan direktori home ~, maka akan muncul output direktori yang diingat. $mkdir marketing sales support adalah cara untuk membuat tiga direktori dengan satu perintah.

PERCOBAAN 9 : ALIAS

Analisa Percobaan 9 :


1. Mekanisme untuk memberi nama alias pada satu atau sekelompok instruksi. Untuk melihat alias yang sudah terdaftar pada sistem, maka akan muncul output yang memberi informasi perintah alias


2. Untuk membuat alias menggunakan perintah alias del=’rm –i’ artinya dengan menggunakan alias del, maka yang akan dikerjakan rm-i. Dan alias h=’history’ artinya perintah alias h akan menjalankan perintah history.

3. ls untuk melihat current working directory, kemudian perintah del hasil digunakan untuk menghapus file hasil, karena alias del menjalankan perintah rm-i tadi. Dan perintah h | more digunakan untuk menjalankan perintah history, karena perintah h tadi merupakan alias dari perintah history


4. Untuk menghapus alias dengan menggunakan unalias del sehingga tidak dapat lagi menghapus dengan menggunakan alias del untuk menghaous rm-i.

LATIHAN : 

1. Eksekusi seluruh profile yang ada:

a. Edit file profile /etc/profile dan tampilkan pesan sebagai berikut: 

echo ‘profile dari /etc/profile’


Perintah vi /etc/profile berfungsi untuk masuk ke prompt script /etc/profile, untuk mengedit pesan menggunakan perintah i, kemudian inputkan perintah echo ‘profile dari /etc/profile’.

b. Asumsi nama anda student, maka edit semua profile yang ada yaitu:

    • /home/student/.bash_profile 
    • /home/.student/.bash_login 
    • /home/student/.profile 
    • /home/student/.bashrc

Perintah vi digunakan untuk masuk ke teks editor untuk mengedit file konfigurasi sistem, membuat script shell, membuat program, dan sebagainya.

c.  Ganti nama /home/student dengan nama anda sendiri. Pada setiap file tersebut, cantumkan instruksi echo, misalnya pada /home/student/.bash_profile: echo “Profile dari .bash_profile”

d.  Lakukan hal yang sama untuk file lainnya, sesuaikan tampilan dengan nama file yang bersangkutan.

UNTUK POINT C dan D 

Gambar tersebut mrupakan untuk point c dan d. untuk insert echo menggunakan i dan untuk kembali ke layar terminal menggunakan esc lalu shift+Q dan mengetikkan wq untuk save dan quit.

 2. Jalankan instruksi subtitute user, kemudian keluar dengan perintah exit sebagai berikut: 

  • $ su student 
  • $ exit
Kemudian gunakan opsi – sebagai berikut: 

  • $ su – student 
  • $ exit
Perintah $ su - student digunakan untuk pindak ke super user, sistem meminta password admin. Pada perintah tersebut akan menjalankan dua file yaitu file .bashrc dan file .bash_profile yang keduanya sudah dimodifikasi sebelumnya sehingga instruksi echo terpanggil bila menggunakan perintah SU, untuk mengakhiri menggunakan Perintah $ exit. jadi yang membedakannya yaitu memunculnya jumlah file yang dibuka dan mengakhiri filenya dengan akhiran logout.

3. Logout

a. Edit file .bash_logout, tampilkan pesan dan tahan selama 5 detik, sebelum eksekusi logout

  •  echo “Terima kasih atas sesi yang diberikan” 
  • sleep 5 
  • clear 

 b. Edit file .bash_logout, tampilkan pesan dan tahan selama 4 detik, sebelum eksekusi logout


Membuat program logout menggunakan vi editor. Perintah $ vi .bash_logout digunakan untuk membuat text editor membuat program. Kemudian insert echo “Terima kasih atas sesi yang diberikan” sleep 5 clear dengan menggunakan i, setelah selesai akhiri dan simpan dengan perintah :wq. Perintah $ chmod +x .bashk_logout berfungsi untuk merubah file menjadi excutable. Perintah $ ./.bash_logout untuk mengeksekusi file .bash_logout. Dan selanjutnya mengganti sleep selama 4 detik.

4. History 

a. Ganti nilai HISTSIZE dari 1000 menjadi 20 

  • $ HISTSIZE=20 
  • $ h
b. Gunakan fasilitas history dengan mengedit instruksi baris ke 5 dari instruksi yang terakhir dilakukan. $ !-5

UNTUK POINT B dan C 

Perintah set | grep HISTSIZE untuk mengecek jumlah history sebelumnya kemudian ubah history tersebut menjadi 20 menggunakan perintah echo, >> dan file .bashrc. Perintah !-5 digunakan untuk menampilkan atau mengeksekusi kembali history pada 5 terakhir perintah di history.

c. Ulangi instruksi yang terakhir. Gunakan juga ^P dan ^N untuk bernavigasi pada history buffer $ !! 

d. Ulangi instruksi pada history buffer nomor tertentu, misalnya nomor !150 $ !150 

 UNTUK POINT C dan D


Perintah !! digunakan mengulangi instruksi yang terakhir. Gunakan juga ^P dan ^N untuk bernavigasi pada history buffer. Perintah !150 digunakan untuk memanggil perintah dari history dengan nomor PID 150.

e. Ulangi instruksi dengan prefix “ls” $ !ls $ !?ls? Jelaskan perbedaan instruksi di atas 

 


Perintah prefiks ls ini akan menghasilkan perintah yang sama yaitu perintah ls –l. 

5.  Prompt String (PS) 

a. Edit file .bash_profile, ganti prompt PS1 dengan ‘>’. Instruksi export diperlukan dengan parameter nama variabel tersebut, agar perubahan variabel PS1 dikenal oleh semua shell 

PS1=’>’ 
Export PS1 

Eksperimen hasil PS1: 

    • $ PS1=”\! >” 
    • 69 > PS1=”\d >” 
    • Mon Sep 23 > PS1=”\t >”
    • 10:10:20 > PS1=”Saya=\u >” 
    • Saya=stD02001 > PS1=”\w >” 
    • ~ > PS1=\h >”

b. Ubahlah warna shell prompt dengan warna biru dan berkedip

UNTUK POINT A dan B 

Edit file .bash_profile, ganti prompt PS1 dengan ‘>’. Instruksi export diperlukan dengan parameter nama variabel tersebut, agar perubahan variabel PS1 dikenal oleh semua shell, maka akan muncul output seperti gambar di atas. Ada beberapa tampilan prompt PS1 yaitu dengan nomor perintah (\!), date (\d), time (\t), who=user(\u), working directory (\w)

Mengubah warna shell prompt dengan warna biru dan berkedip menggunakan PS1= '\033[5;34m\w\$ \033[5;34m$ \033[0;37m' 

 6. Bash script 

a. Buat 3 buah script p1.sh, p2.sh, p3.sh dengan isi masing-masing: 

    • P1.sh 
    • #!/bin/bash 
    • echo “Program p1” 
    • ls –l

b. Jalankan script tersebut sebagai berikut dan perhatikan hasilnya:

    • $ ./p1.sh ; ./p3.sh ; ./p2.sh 
    • $ ./p1.sh &
    • $ ./p1.sh $ ./p2.sh & ./p3.sh & 
    • $ (./p1.sh ; ./p3.sh) &

Perintah ./p1.sh ; ./p3.sh ; ./p2.sh untuk menampilkan isi dari script tersebut, maka akan muncul output dari hasil eksekusi pada vi editor. Pada perintah ./p3.sh ; ./p2.sh izin di tolak(program tidak jalan), karena file tersebut belum di rubah menjadi excutable. Dengan menggunakan perintah chmod +x ./p3.sh ; ./p2.sh maka program tersebut bisa di jalankan. Perintah ./p1.sh &, berfungsi untuk menampilkan file script p1.sh dengan proses background. Perintah $ ./p1.sh $ ./p2.sh & ./p3.sh & berfungsi untuk menampilkan ketiga script secara bersamaan dengan proses background. Dan Perintah $ ( ./p1.sh ; ./p3.sh ) & berfungsi untuk menampilkan file script p1.sh dan p3.sh dengan proses background.

7. Jobs 

a. Buat shell- script yang melakukan loop dengan nama pwaktu.sh, setiap 10 detik, kemudian menyimpan tanggal dan jam pada file hasil. 
  • #!/bin/bash 
  • while [true] 
  • do 
  • date >> hasil 
  • sleep 10 
  • done 

Perintah vi pewaktu.sh berfungsi untuk membuat program dan akan masuk pada tampilan vi editor. Setelah dimasukkan programnya, kita melihat hasil dengan menggunakan $cat

b. Jalankan sebagai background; kemudian jalankan satu program (utilitas find) di background sebagai berikut: 

  • $ jobs 
  • $ find / -print > files 2>/dev/null & 
  • $ jobs

Perintah jobs pertama akan menampilkan jobs yaitu dari program ./pwaktu.sh dengan status terhenti. Kemudian ditambahkan lagi satu program utilitas 

c.  Jadikan program ke 1 sebagai foreground, tekan ^Z dan kembalikan program tersebut ke background 
  • $ fg %1 
  • $ bg
Jobs yang berjalan yaitu ./pwaktu.sh akan dijalankan sebagai program foregorund dengan menggunakan perintah fg %1. Kemudian dengan menekan ctrl + z maka program akan stopped. Kemudian program ./pwaktu.sh ini akan dijalankan di backgorund dengan perintah bg.

d. Stop program background dengan utilitas kill 
  • $ ps x 
  • $ kill [Nomor PID]

Perintah perintah ps x berfungsi untuk melihat proses status foreground dan ntuk mengentikan atau stop program pada background dengan perintah kill 4332 maka proses bash dengan no PID 4332 terhenti.

KESIMPULAN :

  • Mengakses file bash menggunakan sudo vi, bukan hanya vi.
  • Untuk mengakses program sebelumnya dapat menggunakan $history.
  • Program dapat dibpindahkan ke belakang layar dengan menggunakan & dan bg

Comments

Popular posts from this blog

Praktikum 3 : Operasi File dan Struktur Direktori

PRAKTIKUM 11 : MANAJEMEN USER DAN GROUP